Tata Cara Thaharah Ala Syiah

Tata Cara Thaharah Ala Syiah

Allah ta’ala berfirman, “Dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki (Al-ka’bain)”. (Al-Maidah [5] : 3). Ka’bani (bentuk tunggalnya : ka’b) adalah tulang yang menonjol yang terletak dibawah betis didekat telapak kaki. Inilah kebenaran yang diyakini oleh AhlusSunnah.

Akan tetapi, orang-orang Rafidhah mengatakan bahwa maksud al-ka’bani adalah sesuatu yang menonjol dan tinggi yaitu dua tulang yang terletak di punggung telapak kaki. Karena, Allah berfirman, “Ilal ka’bain”, bukan “Ilal ka’ab”. Jika kalian mengatakan bahwa dua mata kaki adalah dua tulang yang menonjol, maka di dua kaki ada empat mata kaki. Ketika Allah berfirman : “Ilal ka’bain”, dapat diketahui bahwa maksud keduanya adalah dua mata kaki yang berada didua kaki.

Orang-orang Rafidhah menyelisihi kebenaran yang berkaitan dengan thaharah bagian kaki dalam tiga sisi: Pertama, mereka tidak membasuh kaki, tetapi hanya mengusapnya satu kali usapan. Kedua, mereka shalat dengan bersuci sampai ketonjolan di punggung telapak kaki saja. Ketiga, mereka tidak mengusap sepatu dan berpendapat bahwa tindakan ini diharamkan, padahal seperti diketahui bahwa orang yang meriwayatkan hadits mengusap sepatu adalah Ali bin Abi Thalib Rodiallah Huanhu yang merupakan imamnya semua imam, menurut mereka.

(Syarh Al-Mumti’, Ibnu Utsaimin, I : 153)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.