Syiah dan Lafazh Adzan

Syiah dan Lafazh Adzan

Soal:
Apa hukum ucapan muadzin dalam adzannya: Hayya ala khairil amal?azan Syiah Sesat

Jawab:
Adzan adalah satu ibadah di antara ibadah-ibadah yang lain. Hukum asal dalam ibadah adalah tauqifi (berdasarkan dalil). Dan, tidak akan dikatakan bahwa amal ini disyariatkan kecuali ada dalil dari Al-Qur’an, As-Sunnah, atau Ijmak. Perkataan bahwa “ibadah ini disyariatkan” tanpa ada dalil syar’I merupakan perkataan atas nama Allah tanpa ilmu. Padahal Allah Ta’ala telah berfirman :

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“katakanlah, “Rabbku hanya mengaramkan perbuatan yang keji, baik yang Nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengaramkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”. (Al-A’raf [7]:33).

Firmannya, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. (Al-Isra’ [17:36). Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini yang bukan darinya, maka itu tertolak”.

Dalam riwayat lain, beliau bersabda : “Siapa yang beramal dengan suatu perbuatan bukan berdasar atas perintah kami, maka perbuatan itu tertolak”.

Jika hal tersebut telah diketahui, adzan sesuai syariat yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam adalah lima belas kalimat, Yaitu: Allahu Akbar Allahu Akbar. Allahu Akbar Allahu Akbar. Asyhadu an la illaha illallah. Asyhadu an ala ilaha illallah. Asyhadu anna muhammadarrasulullah. Asyhadu ‘anna muhammadarrasulullah. Hayya ’alash shalah. Hayya ‘alash shalah. Hayya ‘alalfalah. Hayya ‘alal falah. Allahu Akbar Allahu Akbar. La ilaha illallah.

Itu yang shahih bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam memerintah bilal agar mengumandangkan adzan dengan itu, seperti yang disebutkan oleh para pengarang kitab As-Sunan dan Masanid (Musdnad). Kecuali adzan Subuh (disitu ada tambahan) karena ada hadits shahih bahwa muadzin Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam menambah kalimat: Ash-shalatu khairun minan naum ; 2x setelah ucapan hai’alah.

Empat imam madzhab sepakat atas pensyariatan tambahan tersebut. Sebab, pengakuan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam terhadap kalimat tersebut dari bilal menunjukkan disyariatkannya mengucapkannya. Adapun ucapan muadzin dalam adzan Subuh: Hayya ala khairil amal, maka itu tidak shahih dan tidak diamalkan menurut Ahlussunnah. Ini termasuk perkara baru yang diciptakan orang-orang Rafidhah. Siapa saja yang melakukannya, ia harus diingkari dengan cara yang bias menghentikannya dari pengucapan tambahan tersebut dalam adzan. Semoga Allah memberikan taufik serta melimpahkan shalawat dan keselamatan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Komisi Tetap untuk Riset dan Ilmiah dan Fatwa:
Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil Ketua: Abdurrazaq Afifi

Anggota:
(1) Abdullah bin Qu’ud
(2) Abdullah bin Ghadyan

(Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhuts wal ifta’, II : 378)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.