Setelah Wafat, Ali Radiallahu’anhu Tidak Dapat Menolong Seseorang Pun

Setelah Wafat, Ali Radiallahu’anhu Tidak Dapat Menolong Seseorang Pun

Soal:
Sebuah pertanyaan disampaikan kepada Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhuts Al-Ilmiyah wal Ifta’, Apakah Ali menolong seseorang saat mengalami musibah?

Jawab:
Ali Radiallahu’anhu meninggal karena dibunuh dan tidak mengetahui perencanaan orang yang membunuhnya. Ia juga tidak mampu membela dirinya sendiri. Lantas, bagaimana ia mengaku ia dapat menolak musibah dari orang lain setelah wafatnya, sedangkan saat hidupnya saja tidak mampu menolong dirinya sendiri dari musibah itu? Karenanya, orang yang meyakini bahwa Almarhum Ali atau lainnya dapat mendatangkan kebaikan, atau menolongnya, atau menyingkirkan bahaya, maka ia seorang musyrik. Karena, itu termasuk kekhususan milik Allah Subhanahuwa Ta’ala. Orang yang mengalihkan hal itu kepada selainnya dengan meyakini hal itu atau meminta pertolongan dengannya, maka ia telah mengambilnya (menjadikannya) sebagai tuhan. Allah Ta’ala berfirman :

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepada mu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas Segala sesuatu”. (Al-An’Am [6] : 17)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.