Riwayat dan Sanad Hadis Syiah Banyak yang Bertentangan

AliranSyiah.com – Murtadha Al-Askari mencoba untuk menipu para aktifis Jama’ah Al-Islamiyah di madinah Al-Munawwarah yang dipimpin oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz lewat cara taqiyah yang oleh mazhabnya diperintahkan untuk dipegang teguh sampai munculnya Al-Qa’im mereka. Tetapi ketika taqiyahnya mengalami kegagalan, Al-Askari kembali menyerang dan mengkambinghitamkan mazhab Ahli Sunnah terkait dengan kekurangan-kekurangan mazhabnya.

Hal itulah yang perlu kami ingatkan di sini. Kami juga ingin mengingatkan kepada setiap orang Syi’ah bahwa kecaman dan kritikan yang dikemukakan Al-Askari benar-benar cocok dengan karakter mazhab Syi’ah dan para ulamanya. Benar. Setiap riwayat di kalangan orang-orang Syi’ah yang berasal dari imam-imam mereka yang berpredikat ma’shum selalu ada riwayat lain yang bertentangan dengannya. Dan setiap yang mereka riwayatkan selalu saja ada tandingannya.

• Hal itu ditegaskan oleh guru Syi’ah, Abu Ja’far Muhammad bin Al-Hasan Ath-Thusi dalam mukadimah kitabnya Tahdzib Al-Ahkam, satu di antara empat kitab utama kaum Syi’ah. Ia mengatakan sebagai berikut,

“Segala puji kepunyaan Allah penolong kebenaran yang berhak memilikinya. Semoga rahmat dan salam sejahtera dari Allah selalu dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, yakni Muhammad berikut keluarganya. Seorang teman yang tulus dan jujur, semoga Allah senantiasa menolongnya, menuturkan kepadaku beberapa hadits teman-teman kami, semoga Allah menguatkan mereka dan merahmati salafus shalih di antara mereka, yang satu sama lain saling berselisih, berbeda, berlawanan, dan bertentangan. Sampai-sampai setiap hadits pasti ada hadits lain yang bertentangan dengannya atau yang menandinginya. Itulah yang oleh lawan-lawan kami dijadikan alat penting untuk menyerang mazhab kami…”

• Sayid Daldar Ali Al-Lakhnawi salah seorang tokoh Syi’ah Itsna Asyar dalam kitabnya Asas Al-Ushul, hal. 51, Lakhano, India, mengatakan,

“Sesungguhnya hadits-hadits ma’tsur dari para imam itu sangat berbeda-beda satu sama lain. Sampai-sampai setiap hadits pasti ada hadits tandingan yang menentangnya dan tidak sesuai dengan khabar. Dan inilah yang menjadi alasan banyak orang yang menarik diri dari keyakinan yang benar ….”

• Seorang ulama, muhaqqiq (peneliti), orang yang bijaksana, pencermat, dan guru kaum Syi’ah, Husain bin Syihabuddin Al-Karki dalam kitabnya Hidayat Al-Abrar Ila Thariqi Al-Aimmah Al-Athhar, hal. 164, cetakan pertama, tahun 1396 Hijriyah, mengatakan,

“Itulah tujuan yang dikemukakannya dalam pemulaan kitab At-Tahdzib, bahwa ia menulisnya untuk menghilangkan kesan adanya pertentangan riwayat-riwayat hadits kita. Soalnya ia mendengar ada sebagian orang Syi’ah yang mengundurkan diri dari mazhab ini karena alasan tersebut.”

• Pertentangan dan kontradiksi dalam riwayat-riwayat Syi’ah, bahkan juga kebohongan mereka, sudah tersebar luas di lembaga-lembaga hadits mereka, seperti yang diakui sendiri oleh salah seorang ulama mereka bernama Sayid Hasyim Ma’ruf Al-Husaini, hal. 165-253, cetakan pertama tahun 1973 Masehi. Ia mengatakan,

“Apa yang dilakukan oleh para tukang cerita Syi’ah tersebut, persis seperti yang sering dilakukan oleh musuh-musuh Syi’ah terhadap sebagian orang-orang yang bertakwa.”

Ia juga mengatakan,

“Setelah mengamati beberapa hadits yang tercantum di beberapa kitab kumpulan hadits-hadits seperti kitab Al-Kafi, Al-Wafi, dan kitab-kitab selainnya; kita mendapati bahwa orang-orang yang ekstrim dan orang-orang yang dengki terhadap para imam yang memberi petunjuk selalu mempersoalkan setiap bab dengan maksud untuk merusak hadits-hadits dan mencemarkan reputasi mereka…”

#SyiahBukanIslam

#SyiahSesat

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.