Orang Syiah Dilarang Kerja di Tempat Orang Sunni

SYI’AH MELARANG BEKERJA DENGAN AHLI SUNNAH KECUALI DENGAN TAQIYAH

Tokoh-tokoh Syi’ah sengaja masuk ke dalam lingkungan-lingkungan kerja para penguasa Ahli Sunnah dengan tujuan untuk melindungi para pengikutnya, dan melemahkan kekuatan mereka. Hal itulah yang dianjurkan oleh mazhab mereka. Diriwayatkan oleh Al-Amili dalam Wa’il Asy-Syi’ah (XII/137), dari Abul Hasan Ali bin Muhammad Alaihissalam, bahwasanya Muhammad bin Ali bin Isa menulis sepucuk surat kepadanya menanyakan tentang, pekerjaannya di tengah-tengah kalangan Bani Abbas, dan ia mendapatkan hasil dari harta mereka. Apakah ada kemurah dalam masalah ini? Sang imam menjawab, “Kalau hal itu kamu lakukan karena terpaksa, Allah pasti menerima alasan ini. Jika bukan karena alasan terpaksa, hukumnya jelas makruh. Melakukan makruh yang sedikit itu lebih baik daripada yang banyak. Apa pun yang ada di tangannya yang membuat kamu suka, kami dan maula-maula kami sanggup menyediakannya.”

Atas jawaban itu, Muhammad bin Ali bin Isa bertanya lagi, “Aku beritahukan kepada Anda bahwa dengan masuk di lingkungan kerja mereka akan emmbuka jalan untuk menyerang dan melemahkan kekuatan mereka sebagai musuh dengan perantara kedekatan hubungan kerja.” Sang imam menjawab, “Barangsiapa bisa melakukan hal itu, ia tidak terkena hukum haram. Bahkan ia memperoleh balasan pahala.”

Pembaca yang budiman, coba Anda perhatikan bagaimana ketika orang Syi’ah itu memberitahu sang imam bahwa tujuannya bekerja dalam lingkungan keluarga Bani Abbas ialah untuk memasukkan sesuatu yang tidak mereka sukai dan juga untuk melemahkan kekuatan mereka, sang imam menjawab bahwa hal itu menjanjikan balasan pahala.

• Al-Hurru Al-Amili dalam Wasa’il Asy-Syi’ah (XII/131), meriwayatkan dari Shafwan bin Mahran Al-Jamal, ia berceria, “Aku menemui Abul Hasan yang pertama. Ia berkata kepadaku, “Wahai Shafwan, segala sesuatu yang ada padamu sangat baik dan elok.

Kecuali satu hal.” Aku bertanya, “Apa itu?” Ia menjawab, “Perbuatanmu yang menyewakan untamu kepada Harun Ar-Rasyid.” Aku berkata, “Sesungguhnya aku menewakan untaku kepadamu bukan untuk melakukan kejahatan, atau berburu, atau bermain-main. Melainkan untuk pergi ke Makkah. Dan aku pun tidak ikut menemaninya. Tetapi aku menyuruh beberapa orang pembantuku.” Ia bertanya kepadaku, “Wahai Shafwan, apakah kamu masih akan terus menyewakan untamu kepadanya?” Aku menjawab, “Tentu.” Ia bertanya, “Apakah kamu suka kalau orang sepertinya dan para pengikutnya tetap hidup?” Aku menjawab,

“Tentu.” Ia berkata, “Barangsiapa yang ingin mereka tetap hidup berarti ia termasuk golongan mereka. Dan barangsiapa yang termasuk golongan mereka, tempat kembalinya adalah neraka.”

Mendengar ancaraman itu, akhirnya aku menjual untaku, Harun Ar-Rasyid yang mendengar ini lalu memanggilku. Ia berkata,

“Wahai Shafwan, aku dengar kamu telah menjual untamu.” Aku menjawab dengan jujur, “Benar.” Ia bertanya, “Kenapa?” Aku menjawab, “Aku ini sudah cukup tua, dan para pembantuku juga sudah tidak sanggup melakukan tugas pekerjaan yang aku aku berikan kepada mereka.” Ia berkata, “Itu tidak mungkin. Aku tahu siapa yang telah mempengaruhimu, yaitu Musa bin Ja’far.” Aku pura-pura berkata, “Apa hubunganku dengan Musa bin Ja’far?” Ia menjawab, “Biarkan saja orang itu. Seandainya kita bukan sahabat baik, aku pasti membunuhmu.”

• Diriwayatkan oleh Al-Hurru Al-Amili dalam Wasa’il Asy-Syi’ah (XII/140), dari Ali bin Yaqthin, ia berkata, aku bertanya kepada Abul Hasan, “Apa pendapat Anda soal bekerja dengan mereka?” Ia menjawab, “HJIka kamu ahrus melakukan itu, waspadalah terhadap harta kaum Syi’ah.” Belakangan Ali bin Yaqthin memberitahu aku bahwa ia biasa mengambil harta itu dari Syi’ah secara terang-terangan, dan mengembalikannya kepada mereka secara diam-diam.”

Wahai para ulama kaum Muslimin, sadarlah dan ambil pelajaran dari kalimat, “Ia mengambilnya dari orang-orang Syi’ah secara terang-terangan, dan mengembalikannya kepada mereka secara diam-diam.”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.