Mungkinkah Sunni Syiah Akan Bertikai

Mungkinkah Sunni Syiah Akan Bertikai

Soal:
Apakah mungkin akan terjadi jihad antara dua kelompok muslim (yakni Ahlussunnah) melawan Syiah?

Jawab:
Segala puji bagi Allah, telah diketahui bahwa yang di maksud Syiah adalah Rafidhah. Mereka Syiah Imamiyah yang memiliki 12 Imam. Mereka memiliki berbagai keyakinan batil, seperti mengkafirkan Abu Bakar, Umar, dan Mayoritas Sahabat. Mereka juga menyatakan bahwa yang mendapat wasiat setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam adalah Ali Radiallahu’anhu dan mengatakan bahwa duabelas imam mereka ma’sum (terjaga dari dosa).

Di antara prinsip mereka adalah taqiyah, yaitu menyembunyikan ucapan-ucapan batil mereka. Jalan mereka adalah jalan orang-orang munafik. Mereka memiliki bid’ah-bid’ah yang nyata, seperti membangun masyahad (bangunan), kubah-kubah di atas kuburan, lalu menjadikannya sebagai peribadatan.

Mereka juga membuat bid’ah mengenang kematian Husain Radiallahu’anhu, dimana mereka melakukan banyak kemungkaran didalamnya dan terang-terangan. Yang besar dari itu semua adalah syirik kepada Alllah, karena mereka memohon pertolongan kepada Ali, Husain, dan seluruh imam mereka. Hanya saja, ketika mereka berada di tengah-tengah masyarakat, mereka tidak boleh melakukannya.

Berdasarkan itu semua, bila Ahlussunnah memiliki Negara (kekuasaan) dan kekuatan, sedangkan orang-orang Syiah tetap menunjukkan bid’ah-bid’ah, kesyirikan, dan keyakinan-keyakinan mereka, maka Ahlussunnah harus memerangi mereka dengan pedang, setelah mereka didakwahi. Agar dengan ini mereka berhenti dari kesyirikan dan bid’ah-bid’ah yang mereka tampakkan. Kemudian mereka berpegang teguh kepada syiar-syiar Islam.

Apabila Ahlussnnah tidak memiliki kekuatan untuk memerangi kaum musyrikin dan para ahli bid’ah, mereka harus melakukan dakwah dan memberikan penjelasan semampu mereka. Sebab Allah Ta’ala berfirman, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”.Al-Baqarah [2]:286).

(Ditulis oleh Syaikh Abdurrahman Al-Barrak yang dinukil dari situs Al-Munajjid, soal no. 10272).

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.