Lucu, Imam Mahdi Syiah Menghukumi Berdasarkan Hukum Daud

MAHDI SYI’AH MENGHUKUMI BERDASARKAN HUKUM DAUD

Sesungguhnya ketika Mahdi Syi’ah yang dijanjikan muncul, ia tidak akan menghukumi berdasarkan syariat Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Tetapi dengan hukum Daud, sebagaimana yang dikutip oleh salah seorang ulama Syi’ah terkini yakni, Syaikh Muhammad bin Muhammad bin Shadiq Ash-Sadr dalam kitabnya Tarikh Ma Ba’da Azh-Zhuhur, hal. 728, 810, Daar Al-Ta’aruf-Beirut, dari Abu Ja’far Alaihissalam, ia berkata,
“Jika nanti Al-Qa’im keluarga Muhammad muncul, ia akan menghukumi dengan hukum Daud Alaihissalam, tanpa perlu dimintai bukti.” [jika ingin menambah jelas tentang kesamaan Syi’ah dengan Yahudi, silahkan baca kitab Badzlu Al-Majhud fi Itsbat Tasyabuhi Al-Rafizhah bin Al-Yahudi, oleh Abdullah Al-Jumaili.]

• Diriwayatkan oleh Al-Katib An-Nu’mani dalam Al-Gaibat, hal. 314-315, dari Abu Abdullah Alaihissalam, ia berkata,
“… Dan Allah akan mengirim angin dari setiap lembah yang mengatakan, ‘Inilah Al-Mahdi yang akan menghukumi berdasarkan hukum Daud, dan ia tidak menginginkan bukti’.”

• Guru Syi’ah bernama Kamil Sulaiman dalam kitab Yauma Al-Khalash fi Zhili Al-Qa’im Al-Mahdi Alaihissalam, hal. 391, cetakan ketujuh 1991 Masehi, Daar Al-Kitab Al-Lubnani-Beirut, London, mengutip riwayat dari Abu Abdullah Alaihissalam, ia berkata,

“Apabila Al-Qa’im kelurga Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam akan menghukumi, ia menghukumi di antara manusia berdasarkan hukum Daud, dan ia tidak membutuhkan bukti. Allah lah yang akan memberinya ilham, lalu ia akan menghukumi berdasarkan pengetahuannya. Allah akan memberitahu kepadanya apa yang disembunyikan olehs etiap kaum, dan akan memperkenalkan kepadanya mana pembelanya dan mana musuhnya lewat tanda-tanda.”

• Guru Syi’ah, Muhammad bin Muhammad Shadiq Ash-Sadr dalam kitab Tarikh Ma Ba’da Azh-Zhuhur, hal. 728, mengemukakan suatu riwayat dari Ash-Shadiq sebagai berikut,

“Dunia tidak akan lenyap sebelum muncul seseorang dariku yang akan menghukumi berdasarkan hukum keluarga Daud, dan ia tidak meminta bukti.”

Dalam kitab yang sama, Muhammad bin Muhammad Shadiq Ash-Sadr juga meriwayatkan dari Abu Bashir, ia berkata, Abu Ja’far Alaihissalam mengatakan,

“Al-Qa’im akan datang dengan membawa urusan yang baru, kitab yang baru, dan keputusan yang baru. Ia bersikap keras terhadap orang-orang Arab. Dan urusannya hanya pedang.”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.