Hasil Kekejaman Senjata Kimia Assad di Suriah

Hasil Kekejaman Senjata Kimia Assad di Suriah

Dunia terbangun pada hari Rabu, 21 Agustus 2013 , gambar mengerikan ribuan orang rakyat Suriah diletakkan di lantai akibat serangan senjata kimia gas Sarin pasukan Assad telah membunuh 1.300 orang dalam serangan senjata kimia terburuk di dunia dalam beberapa dekade terakhir.

Ternyata kebiadaban Assad, rezim Syiah Nushairiyah di Suriah, dengan senjata kimia membunuhi Umat Islam bahkan mematikan anak-anak tak berdosa itu diulang berkali-kali.

Inilah beritanya.

***

PBB: Senjata Kimia Digunakan Berkali-kali di Suriah

Sebuah laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutkan bahwa senjata kimia tidak hanya digunakan dalam serangan tanggal 21 Agustus di dekat Damaskus, ibukota Suriah. Senjata berupa gas mematikan juga dipakai setidaknya di empat lokasi berbeda di Suriah antara bulan Maret hingga Agustus.

“Misi PBB menyimpulkan bahwa senjata kimia telah dipakai dalam konflik yang sedang berlangsung antar kelompok-kelompok di Republik Arab Suriah,” kata kepala penyelidik PBB Ake Sellstrom dalam laporan itu, lansir Aljazeera.

Laporan yang dirilis hari Kamis (12/12/2013) itu menyebutkan, tujuh lokasi yang diduga di mana senjata kimia dipakai sudah diperiksa.

Di Ghouta, Khan Al-Assal, Jobar, Saraqib dan Ashrafiah Sahnaya terdapat bukti kuat kemungkinan senjata kimia dipergunakan.

Namun, untuk daerah Bahhariyah dan Syeikh Maqsoud PBB tidak dapat memastikannya.

Di Ghouta, pinggiran kota Damaskus, penyelidik PBB menyatakan ada bukti fisik yang kuat dan meyakinkan bahwa gas sarin benar-benar dipakai dalam skala besar untuk menarget warga sipil. Namun hal itu sudah diketahui publik dan menjadi fokus laporan sementara yang sudah dirilis sebelumnya.

Gas sarin juga diduga dipakai dalam jumlah yang lebih sedikit di Jobar, Saraqib serta Ashrafiah Sahnaya, simpul PBB.

PBB seperti sebelumnya, tidak menyebutkan siapa yang menggunakan gas sarin itu, pasukan rezim Bashar Al-Assad atau pasukan oposisi Suriah.

Sellstrom menyampaikan laporan terbaru itu hari Kamis ke Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang mendesak agar senjata kimia dimusnahkan tidak hanya di Suriah tetapi di juga di mana saja.

Ban mengatakan akan menyampaikan perihal laporan itu kepada 193 negara anggota PBB di Majelis Umum pada hari Jumat dan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Senin besok.

Menyusul serangan senjata kimia tanggal 21 Agustus 2013 di Ghouta, Presiden Suriah Bahar Al-Assad bersedia menunjukkan gudang dan pabrik senjata kimianya, dengan imbalan tidak akan diserang secara militer oleh Amerika Serikat.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija,

Jumat, 13 Desember 2013 – 11:25 WIB Hidayatullah.com—

***

Hasil Kekejaman Senjata Kimia Assad : Korban Gugur Tragedi Rabu Mencapai 1,300 Nyawa
Redaksi – Kamis, 15 Syawwal 1434 H / 22 Agustus 2013 09:09 WIB

Dunia terbangun pada hari Rabu, 21 Agustus 2013 , gambar mengerikan ribuan orang rakyat Suriah diletakkan di lantai akibat serangan senjata kimia gas Sarin pasukan Assad telah membunuh 1.300 orang dalam serangan senjata kimia terburuk di dunia dalam beberapa dekade terakhir.

Serangan-serangan itu dilaporkan pada wilayah yang dikuasai para pejuang Suriah di Damaskus timur.

Aktivis mengatakan serangan roket tentara Assad dengan bahan kimia menghantam pinggiran Damaskus Ain Tarma, Zamalka dan Jobar fajar.

Menurut aktivis di Suriah Dewan Revolusi Command, pesawat tempur rezim terbang di atas daerah itu setelah pemboman.

“Serangan itu terjadi sekitar pukul 03:00 (08:00 WIB). Sebagian besar dari mereka yang tewas masih tidur di rumah mereka,” Khaled Omar dari oposisi Dewan Lokal di Ain Tarma mengatakan.

Kelompok aktivis juga menuduh pasukan yang setia kepada Presiden Bashar Assad menggunakan bahan kimia.

Kelompok pengawas oposisi, mengutip angka dikompilasi dari klinik medis di pinggiran kota Damaskus, menyatakan 90 persen dari mereka dibunuh oleh gas, sisanya dengan bom dan senjata konvensional.

“Banyak korban adalah perempuan dan anak-anak. jasad mereka sudah dingin dan terdapat busa di mulut mereka, “kata seorang perawat di Douma Darurat fasilitas Collection, Bayan Baker, Reuters.

“Para dokter mengatakan ini adalah gejala khas dari korban gas saraf,” kata perawat itu.

Paparan gas sarin menyebabkan kelopak mata menyusut dan mulut berbusa.

Jika penyebab kematian dan skala pembunuhan senjata kimia ini dikonfirmasi, itu akan menjadi penggunaan senjata kimia terburuk sejak pemimpin Irak Saddam Hussein melakukan serangan gas beracun terhadap ribuan suku Kurdi di kota Halabja pada tahun 1988. (OI.Net/KH)eramuslim.com

Sumber : http://www.nahimunkar.com/hasil-kekejaman-senjata-kimia-assad-di-suriah/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.