Cara Berinteraksi dengan Orang yang Menghujat Sahabat

Cara Berinteraksi dengan Orang yang Menghujat Sahabat

Soal:
Bagaimana kita menyikapi orang yang menghujat tiga sahabat, Abu Bakar, Umar dan Utsman Rodiallah Huanhu ?

Jawab:

Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam adalah orang-orang yang terbaik umat ini. Allah Ta’ala telah memuji mereka dalam kitab-Nya.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
[٩:١٠٠}


Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (At-Taubah [9] : 100).

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepada hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan member balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)”. (Al-Fath [48] : 18).

Dan masih ada lagi ayat lain yang di dalamnya Allah memuji para sahabat dan menjanjikan surga bagi mereka. Abu Bakar, Umar, Utman, dan Ali adalah bagi dari mereka yang lebih dahulu masuk Islam dan termasuk orang yang berbaiat dibawah pohon. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam telah berbaiat untuk Utsman. Artinya, ba’iat tersebut merupakan kesaksian dan kepercayaan beliau terhadap Utsman. Kesaksian tersebut lebih kuat daripada kesaksian lainnya yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam dalam banyak hadits, baik secara global maupun terperinci, terutama Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali.

Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam member kabar gembira kepada mereka berempat berupa surga. Beliau juga memperingatkan dari tindakan menghujat mereka dengan bersabda:

Janganlah kalian mencela seorangpun dari sahabatku. Sesungguhnya, andai salah seorang di antara kalian berinfak emas seberat gunung Uhud, itu tidak akan menyamai satu mud (infak) seorang dari mereka ataupun setengahnya”.

Hadits tersebut diriwayatkan oleh muslim dalam Shahih nya dari jalur Abu Hurairah dan Abu Said Al-Khudri.

Maka Siapa Saja yang menghina atau menghujat para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, terutama tiga orang orang, Abu Bakar, Umar dan Utsman, berarti ia telah menyelisih kitab Allah dan Sunnag Rasul-Nya dan menentang kedua, yakni dengan melontarkan celaannya terhadap mereka. Ia terhalangi dari ampunan yang telah dijanjikan oleh-Nya untuk orang yang mengikuti mereka, memintakan ampunan untuk mereka dan berdoa kepadanya agar tidak menumbuhkan kedengkian dalam hatinya terhadap orang-orang yang beriman.

Disebabkan oleh caciannya terhadap tiga sahabat tersebut dan para sahabat lainnya, ia harus dinasihati, di ingatkan tentang kelebihan mereka, dan dikenalkan derajat mereka serta kedudukan mereka yang tinggi dalam Islam. Bila ia bertaubat, ia bagia dari saudara-saudara kita seagama. Namun, bila ia tetap saja menghujat mereka, perbuatannya harus dicegah dengan memperhatikan kebijakan syariait dalam mengingkari kemungkaran sekemampuan-Nya. Orang yang tidak mampu mengingkari dengan lisan dan tangannya dapat mengingkari dengan hati. Dan inilah keimanan yang paling lemah, seperti yang disebutkan oleh hadits shahih.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.