Cacian Orang-orang Rafidhah terhadap Khalifa Umar Bin Khaththab

Cacian Orang-orang Rafidhah terhadap Khalifa Umar Bin Khaththab

Dari Muhammad bin Ibrahim kepada yang mulia, Ali bin Muhammad Al-Muthawi, yang terhormat.

Soal :

Assalamua’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Surat Anda telah sampai kedapa kami. Di dalam nya, anda menyebutkan perbuatan sebagian orang Syiah di tempat kalian, bahwa mereka memvisualkan Amirul Mukmini, Umar bin Khaththab Rodiallah Huanhu dalam wujud orang dengan dimensi sempurna, memakai baju mewah lengkaap dengan perhiasan dan surbannya. Mereka menambahkan ekor pada patung Umar tersebut dan melecehkan nya di majelis-majelis mereka dan menari-nari di sekitarnya. Mereka melaknatinya, lalu menghadirkan seorang anak seusia duapuluh tahunan, seorang sukarelawan untuk dinikahkan dengan “Umar (patung) tersebut. Mereka memperlakukannya sebagai mana kita maklumi bersama. Lalu, Polisi menangkap mereka dan mejebloskan ke dalam penjara. Kami menanyakan terkait mereka menurut imbangan syariat?

Jawab :

Apa yang anda Ungkapkan itu, yang dilakukan oleh orang-orang Syiah Tersebut merupakan perkara besar, juga serangan mereka terhadap para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam yang telah dipilih oleh Allah untuk mendapingi beliau, lalu mereka berbuat sebaik-baiknya, beriman, berhijrah, berjihad bersama beliau, menolong beliau, mengorbankan jiwa, anak, kampong halaman, dan harta mereka untuk kepentingan dakwah beliau. Mereka membela beliau dengan semua itu.

Abu Zur’ah Al-Iraqi menuturkan, “Jika Anda melihat seseorang menghina salah seorang sahabat, ketahuilah bahwa dia itu zindiq. Hal ini karena Al-Qura’an itu benar, Rasul itu benar, dan apa yang dibawa beliau itu juga benar. Tidak ada yang menyampaikan itu semua selain para sahabat. Karena itu, orang yang mencela mereka berarti dia ingin menghapuskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Jika Seluruh para sahabat layak mendapatkan penghargaan tersebut, lantas apa pendapat anda tentang Amirul Mukminin Umar bin Khaththab rodiallah huanhu, yang merupakan sosok sahabat terbaik dan termulia setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq, menurut kesepakatan (Ijma’) umat dan bukti-bukti definitif. Selain itu, Banyak hadits dan riwayat masyhur yang menyebutkan keutamaannya.

Dalam Ash-Shahihain (Bukhari dan Muslim), disebutkan bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash rodiallah huanhu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

يا ابن الخطا, والذى نفس بيده, مالقيك الشيطان سالكا فجا قط إلا سلك فجا غير فجك

“Wahai Ibnu Al-Khathtab, Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, tiada satu setan pun yang bertemu dengan mu disuatu jalan kecuali akan mengambil jalan lain bukan jalan yang kamu lewati”.

Masih di Shahihain, disebutkan bahwa Nabi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

لقد كان فيمن كان قبلكم محدشو ن فإن يكن من أمتي أحد فعمر

“ Sungguh, diantara umat-umat sebelum kalian ada orang-orang yang kuat dugaannya, bila itu ada diantara kalian, ia adalah Umar.” Yakni, orang-orang yang dikarunia ilham.

Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu Umar Rodiyallahanhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

ان الله جعل الحق على لسان عمر وقلبه

“ Sungguh, Allah meletakkan kebenaran ada di lisan dan hati Umar”

Tirmidzi juga meriwayatkan dari Uqbah bin Amir secara marfu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

لوكن بعدى نبى لكان عمر بن الخطاب

“ Seandainya ada nabi setelahku, niscaya ia adalah Umar bin Khathtab”.

Hadits-hadits dan atsar antara lain tentang masalah ini cukup banyak dan popular. Dengan ulahnya ini, orang-orang Syiah tersebut telah melakukan sejumlah tindak criminal yang jahat, diantaranya:

Pertama, melecehkan kemuliaan para sahabat, mencela, dan melaknat mereka. Contoh nya adalah menggambar makhluk hidup. Ini termasuk dosa besar yang mengakibat pelaku nya dilaknat. Lebih parah lagi, mereka tidak menggambarkannya umar Rodiallah Huanhu sesuai dengan bentuk aslinya. Tetapi, mereka mengilustrasikannya dalam wujud mirip binatang dengan memberikan ekor padanya untuk melengkapi ejekan dan pelecehan. Semoga Allah memburukkan wajah mereka. Perlakuan mereka tersebut benar-benar buruk, biadab dan keji.

Kedua, serangan dan tidak tahu malunya mereka, yakni perbuatan mendatangkan seorang laki-laki untuk mereka nikahkan dengan “Umar” – Semoga Allah memburukkan wajah mereka dan menghinakannya. Ini jelas menunjukkan ketidaksenangan dan sengitnya permusuhan mereka terhadap islam dan kaum muslimin.

Karenanya, kaum muslimin wajib membela kemuliaan para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam serta menindak orang-orang Syiah tersebut dengan tindakan nyata demi Allah Ta’ala. Kaum muslimin harus mengadili mereka dengan pengadilan yang kuat dan teliti. Mereka harus memberikan hukuman yang tegas dan setimpal, baik hukuman mati maupun  lainnya sesuai dengan pertimbangan hakim, menurut pandangannya secara maslahat syar’i serta harapan pemerintahan di negera kalian. Semoga Allah memberikan taufik dan petunjuk kepada para hakim tersebut untuk menangani kasus tersebut sesuai konsekuensi syariat, yaitu menindak mereka dengan tegas, demi menjaga din kita dan pendahulu kita yang shalih dan mencegah orang yang jiwanya tergoda untuk melakukan tindakan seperti mereka.

Kita memohon kedapa Allah agar menolong din-Nya, meninggalkan kalimat-Nya, menghinakan musuh-musuh-Nya, memberikan taufik kepada pemerintah, lantaran di tangannya terletak kehormatan islam dan kaum muslimin. Semoga dia melimpahkan shalawat dan keselamatan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabat beliau.

(22/2/1384 H)
(Fatwa-fatwa ibnu Ibrahimm XIII : 248)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.