Berinteraksi Dengan orang Syiah Bagian (Satu)

Berinteraksi Dengan orang Syiah Bagian (Satu)

Soal:
Wahai Syaikh yang mulia, banyak orang Rafidhah di daerah kami. Mereka sekarang memiliki aktivitas bersama para siswa yang datang dari luar negeri. Mereka bepergian bersama ke pasar-pasar dan memenuhi kebutuhan pokok para pelajar itu serta memiliki beberapa kegiatan. Lalu apa solusinya?

Jawab:
Bila orang-orang Rafidhah tersebut memiliki aktivitas dakwah mengajak para siswa kepada bid’ah mereka, hendaknya kalian mengadakan aktivitas yang lebih besar dakwah menuju As-Sunnah. Karena, kebenaran itu bila ditegakkan oleh pemiliknya akan mengalahkan kebatilan. Allah Subanahu Wa Ta’ala berfirman di dalam Kitabnya, “Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap”.
(Al-Anbiya’ [21] : 18).

Akan tetapi, ketika kita melihat aktivitas ahli bid’ah dalam kebid’ahan mereka, terumta bid’ah-bid’ah yang berat, kita hanya diam saja, atau hanya mengatakan, apa yang kita lakukan? Ini ada lah pengecutan kita.

Apabila mereka memiliki aktivitas dakwah, hendaknya aktivitas dakwah kalian lebih besar. Karena, kalian berada dalam kebenaran dan mendapatkan pahala atas pekerjaan kalian. Sedangkan ahli bid’ah, bila mereka menyeruh kepada bid’ah mereka, mereka akan mendapatkan dosa dan mendapatkan ancaman neraka. Mereka akan mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikuti mereka yang mengajak kepada bid’ah tersebut. Karena, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

“Siapa Saja yang membuat suatu jalan (sunnah) yang buruk dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa dan dosa orang mengamalkannya sampai hari kiamat”.

Oleh karena itu, saya menghimbau agar anda memiliki satu kegiatan yang lebih besar. Bila mereka mengeluarkan dana satu dirham, keluarkanlah dana dua dirham. Bila mereka mendatangi orang-orang di rumah-rumah mereka dan mengudang orang-orang ke umah mereka, hendaknya skala aktivitas kalian dalam hal ini lebih banyak dan lebih besar.

Sebagaimana telah kami katakana sebelumnya, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam member kita satu pedoman yang dapat kita gunakan untuk bertindak, yaitu memperlakukan mereka seperti mereka memperlakukan kita.

(Liqa’ul Babil Maftuh, Syaikh Al-Utsaimin, XXIV : 27, Pertanyaan No.823)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.