Berinteraksi Dengan orang Syiah Bagian (Dua)

Berinteraksi Dengan orang Syiah Bagian (Dua)

Sebuah pertanyaan disampaikan kepada Al-Allahmah Abdullah bin Jibrin – Semoga Allah menjaganya – pada Ahad lalu dalam kajian kitab Al-Uddah Syarhul Umdah tanggal 23-8-1421 H tentang orang-orang Rafidhah.

Soal:
Semoga Allah memberikan kebaikan kepada Anda. Saya ada seorang pegawai di salah satu instansi pemerintahan. Di unit tempat saya bekerja, ada sekitar lima orang Syiah Rafidhah. Sebagai atasan mereka, bagaimana seharusnya saya memperlakukan mereka?

Diantara kebiasaan mereka adalah memperlihatkan kasih sayang kepada orang lain, mendahului mengucapkan salam dan semacam itu. Walaupun Syaikh, saya sangat membutuhkan bimbingan anda dalam persoalan ini. Bagaimana cara saya berhubungan dengan mereka, terutama dalam momen-momen hari raya dan setelah pulang dari safar? Apakah saya juga wajib berdiskusi dan mendakwahi mereka? Padahal pengalaman dakwah beberapa ikhwan terhadap mereka tidak membuahkan hasil yang positif. Berilah nasehat untuk saya dan orng lain seperti saya yang mempunyai kontak langsung dengan orang-orang seperti mereka.

Jawab:
Banyak Cobaan muncul lantaran adanya orang-orang Rafidhah tersebut di berbagai lingkungan sekolahan, Universitas, kantor-kantor pemerintahan. Dalam situasi seperti ini, kami berpendapat bahwa bila Ahlussunnah adalah mayoritas, hendaknya mereka menampakkan kehinaan, kerendahan, dan kekerdilan orang-orang Rafidhah tersebut. Mereka juga harus menunjukkan syiar-syiar Ahlussunnnah dengan senantiasa menyebut kelebihan kelebihan para sahabat dan mengucapkan doa keridhaan untuk mereka dan memuji mereka, Pertemuan-pertemuan mereka hendaknya disisipi dengan menyebutkan keutamaan Al-Qur’an dan menyebutkan kekafiran orang yang menyelewengkan hurufnya atau semisal itu, agar mereka surut dengan itu semua. Hinakanlah, rendahkanlah, buat hati mereka menjadi ciut, serta menjauhlah dari mereka.

Adapun cara berhubungan dengan mereka, maka perlakukanlah mereka dengan keras, tampakkanlah ketidaksukaan, dan kebencian mendalam terhadap mereka. Jangan mendahului mengucap salam kepada mereka, jangan berdiri untuk menghormati mereka dan jangan berjabat tangan dengan mereka. Tetapi, bila mereka juga mengucapkan salam lebih dulu, adapat dapat membalasnya dengan mengatakan : Wa’alaikum, atau ucapan semacam itu.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.