Ajaran Syiah Membolehkan Sumpah Palsu untuk Menipu

Aliran Syiah – Bagi orang-orang Syi’ah, termasuk sumpah pasu pun diberlakukan dalam taqiyah. Seorang tokoh ulama ahli fiqih dan ahli hadits Syi’ah, Murtadha Al-Anshari dalam Risalah At-Taqiyyah, hal. 73; dan oleh seorang ulama ahli fiqih dan ahli hadits Syi’ah, Ayatullah Abul Qasim Al-Khau’i dalam Syarah Al-Urwati Al-Wutsqa (IV/278-307), meriwayatkan dari Ja’far Ash-Shadiq, bahwasanya ia mengatakan,

“Apa pun yang kalian perbuat atau apa pun yang kalian bersumpah atas sesuatu karena mengamalkan taqiyah, maka kalian tetap dalam posisi yang aman.”

Berdasarkan riwayat yang menurut mereka shahih ini, maka seorang Syi’ah yang taat sekalipun tidak segan-segan untuk bersumpah dusta. Dengan sumpah dusta inilah ia menipu orang Sunni. Soalnya cakupan taqiyah itu luas, seperti yang dikutip oleh Murtadha Al-Asnhari dalam Risalah At-Taqiyyah, hal. 72, dari Al-Imam Al-Ma’shum, ia mengatatakan, “Sesungguhnya taqiyah itu luas. Apa pun yang dilakukan dengan alasan taqiyah insya Allah pelakunya mendapatkan pahala.”

Mereka tidak berpendapat untuk memberikan kepada orang Sunni yang menyangkut soal hak-hak harta, seperti: al-Khumus atau bagian seperlima, zakat, dan lain sebagainya, kecuali ada kepentingan yang mendorongnya. Ketika ditanya tentang masalah memberikan kepada orang Sunni hak-hak yang menyangkut soal harta dan lain sebagainya seperti al-khumus atau bagian seperlima, zakat, kafarat, zakat fitra, Ayatullah Syi’ah, Abul Qasim Al-Khau’i menjawab, “Tidak boleh. Tetapi terkadang diperbolehkan jika ada kepentingan.”

Hal itulah yang ia terangkan dalam kitab Masa’il wa Rudud, hal. 64, jilid I, Mathba’ah Mahr-Qumm, Iran yang diedarkan oleh Daar Al-Hadi tahun 1412 Hijriyah.

Orang Syi’ah harus memberikan zakat dan lainnya kepada sesama orang Syi’ah. Dan orang yang menyelisihi mereka tidak akan mendapatkan dari mereka sama sekali, kecuali jika ada kepentingan tertentu. Contohnya seperti memanfaatkan orang-orang yang sedang dalam kesulitan ekonomi agar mereka mau pindah ke mazhab Syi’ah, seperti yang terjadi di negara-negara Asia: Indonesia, Malaysia, kamp-kamp pengungsian Palestina yang ada di Libanon. Demikian pula yang terjadi di negara-negara Afrika, seperti: Tanzania, Nigeria, Uganda, dan lain sebagainya. Di negara-negara tersebut para penyeru Syi’ah memanfaatkan orang-orang miskin kaum Ahli Sunnah untuk diseret ke mazhab Syi’ah.

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.