Ajaran Syiah Melarang Memberi Zakat Kepada Sunni

TIDAK BOLEH MEMBERIKAN ZAKAT KEPADA ORANG-ORANG AHLI SUNNAH

Sesungguhnya ulama-ulama Syi’ah, terutama yang bergelar Ayatullah melarang memberikan zakat kepada orang-orang Ahli Sunnah wal Jama’ah. Lihat, Ayatullah Syi’ah, Ali Al-Husaini As-Sayastarni dalam kitab-nya Minhaj Ash-Shalihin, jiid I, hal. 373, dalam pembahasan tentang kriteria Al-Mustahiqqin (orang-orang yang berhak menerima zakat), mengatakan sebagai berikut, “Zakat tidak boleh diberikan kepada orang kafir. Demikian pula orang Sunni.”

Ia juga mengatakan, “Jika seorang Sunni memberikan zakatnya kepada sesama orang Sunni, lalu ia masuk ke mazhab kita, maka ia wajib memberikan zakat lagi. Dan jika ia memberikan zakatnya kepada orang Syi’ah, hal itu sudah dianggap cukup.”

Fatwa yang sama disampaikan oleh ulama-ulama yang menjadi rujukan kaum Syi’ah dan bergelar Ayatullah dalam kitab-kitab mereka pada pembahasan tentang kriteria-kriteria Al-Mustahiqqin (Orang-orang yang berhak menerima zakat). Mereka adalah:

1. Ayatullah agung, Muhammad Al-Husaini Asy-Syairazi dalam kitabnya Al-Masa’il Al-Islamiyah.
2. Ayatullah agung, Al-Khomeini dalam kitabnya Tahrir Al-Wasilah.
3. Ayatullah agung, Al-Mirza Hasan Al-Ihqaqi dalam kitabnya Ahkam Asy-Syari’ah.
4. Ayatullah agung, Al-Mirza Abdurrasul Al-Ihqaqi dalam kitabnya Ahkam Asy-Syari’ah.
5. Ayatullah agung, Ali Al-Gharawi dalam kitabnya Mujiz Al-Fatawa Al-Musntanbathah wa Al-Ibadat.
6. Ayatullah agung, Muhammad Al-Fadhil Al-Lankarani dalam kitabnya Al-Ahkam Al-Wadhihah.
7. Ayatullah agung, Muhammad Al-Kalbayakani dalam kitabnya Hidayah Al-Ibad, terbitan Beirut.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.